Thursday, December 02, 2010

Huma Di Atas Bukit

Seribu rambutmu yang hitam terurai
Seribu cemara seolah menderai
Seribu duka nestapa diwajah nan ayu
Seribu luka yang nyeri didalam dadaku

Disana ku temukan bukit yang terbuka
Seribu cemara halus mendesah
Sebatang sungai membelah huma yang cerah
Berdua kita bersama tinggal didalamnya

Nampaknya tiada lagi yang diresahkan
Dan juga tak digelisahkan
Kecuali dihayati secara syahdu bersama
Selamanya bersama selamanya

Makna Gunungan dalam Pagelaran Wayang Kulit

Gunung, Candi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Secara umum Gunungan menggambarkan bentuk gunung, profil lapisan permukaan bumi yang menonjol. Gunung mempunyai sifat alamiah yang stabil. Gunung menggambarkan tempat yang tinggi, sejuk, oksigen yang tipis, lereng yang curam penuh hutan belukar, pada kaki gunung biasanya terdapat dataran yang subur. Daerah pegunungan cocok sebagai tempat peristirahatan, tempat mencari kedamaian batin. Pemandangan yang indah dan alami di pegunungan membangkitkan rasa terdalam dalam diri seseorang.

Mata Kata

Bertahun-tahun kuraut kata hingga langsing dan runcing.
Bertahun-tahun kugurat halaman buku, mabuk dan mengigau sepanjang waktu.
Bertahun-tahun mengitari panggung, menari seperti kurcaci lupa diri.
Mewarnai gugusan peristiwa dengan sejumlah cinta dan lara.
Bertahun-tahun membangun jembatan, antara satu bukit dan bukit berikutnya, dengan kata- kata. Bertahun-tahun jumawa di atas kuda kata-kata, berlari kencang tanpa menoleh lagi.
Lalu, pada sebuah tarikh muda, engkau lahir dari sunyi perigi bermata air kata, jernih dan bercahaya. Lalu engkau bangkit dari abu unggun yang menyala semalam suntuk membakar kayu kata-kata.