Monday, December 06, 2010

singkat

tiba-tiba aku tersandar geletak raga seketika
membasmi akal nan sedari tadi beramarah 
lalu kutimbun dengan sejuta lantun bahasa
mengukur waktu dalam ruang ini... untuk mu sepi

bualan ku sudah terlalu
jauh membumbung hanyut
tak khayal terkapar
dan sia-sia

Jika waktu sebilah sembilu
aku tlah menyayat membunuhmu

sebatang ilalang berkerumun sepi
tak begitu sahaja hingga hadirlah cinta
dan bukan nista bergelimah hina

semalaman kuiring kelam hingga bulan terjemahkan
bayu sekeliling ku yang tak bisu
namun aku yang ngilu dan aus menjadi serpihan
kusulam menjadi sandaran embun pagi ini.. semoga

sungguh tak terduga menjadikannya
hasrat terjerat singkat oleh laknat
aku lupa... cinta...
kau yang membuat ku ada

Senja Cinta yang Merona

Insan ini hanya daya yang tersisa
Seonggok sukma yang kini tersekat dalam raga
Dimana disela waktu untuk-Nya
Ia dapat terhempas tanpa tanda nyata
Menghilang di fana dunia

Insan ini satu diantara yang tak ada
Satu dari keluasan yang tak terbaca
Mencoba merangkai satu asa
Dari langkah dakwah yang terengah – engah
Membangun sebuah peradaban indah dan megah
Yang bertahtakan pahala dan cinta
tuk mudah dipeluk Ridha-Nya

Insan ini yang kerap sekali meratap
Berharap kan ada kesempatan tuk buatnya menetap
Dengan segala keagungan-Nya yang perlahan ia tatap

Thursday, December 02, 2010

Suara Hati Iwan Fals

100 Kalimat Indah Dalam Lirik Lagu Iwan Fals dkk
1.“Berhentilah jangan salah gunakan, kehebatan ilmu pengetahuan untuk menghancurkan”
(Puing – album Sarjana Muda 1981)

2.“Hei jangan ragu dan jangan malu, tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu”.
(Bangunlah Putra-Putri Pertiwi – album Sarjana Muda 1981)

3."Cepatlah besar matahariku, menangis yang keras janganlah ragu, hantamlah sombongnya dunia buah hatiku, doa kami dinadimu”.
(Galang Rambu Anarki – album Opini 1982)

4.“Jalan masih teramat jauh, mustahil berlabuh bila dayung tak terkayuh”.
(Maaf Cintaku - album Sugali 1984)

5.“Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari, bila luka di kaki belum terobati”.
(Berkacalah Jakarta - album Sugali 1984)