Senin, April 25, 2011

aku hanya


aku hanya ingin kau hadir
rumah ku pelataran pesisir
penuh debur gelombang
asmara pasang

kalau engkau sedia
aku ingin kau singgah pula
menembus belantara
hutan ku pun singgasana

Minggu, April 17, 2011

Nyanyian Hati untuk Sang Bidadari

Ada pinta dalam bait kata
Ada senandung jiwa dalam syair hati
Ada kerelaan dalam melangitnya asa-cita
Kala cahaya cinta berpendar di taman hati

Rabb…

“Kuingin dia-lah sang belahan jiwa
Tuk menyempurna agama.”
Kala mitsaqan ghaliza t’lah mematri kami

Rabb…

Izinkan kubisikkan kata
“Aku sungguh jatuh cinta padanya.”
Kala senyum bahagia kami merekah

gemetar pagi



Love Fall Maple Leaf Imagesdaun gemetar penghujung pagi
mengulas mu sepi
menggilas bulan perlahan
menahan sedikit kenangan 

kau kembali memukul mengusung pagi
beriring gerimis
menjulur tombak pedang terhunus
membelah hatiku
dan terkapar memeluk bumi 
kau hangatkan semalam tadi

The Meaning of LOVE (GIBRAN)

Cinta adalah seorang tuan rumah yang penuh kasih sayang kepada para tamunya walaupun bagi rumahnya yang tak diharapkan merupakan sebuah khayalan dan penghinaan.

Aku adalah tarikan nafas lautan. Aku adalah air mata langit. Aku adalah senyuman bumi. Begitu juga Cinta adalah tarikan nafas dari lautan perasaan, air mata langit, dan senyuman dari bumi sang jiwa.
Dalam kesunyian malam, ketika hantu malam memeluk semua ciptaan, aku melihat segala sesuatu, kadang-kadang bernyanyi, dan berbisik. Kesediaan adalah aku, karena menatap malam telah membuatku sia-sia. Tetapi aku seorang pencinta, dan aroma cinta adalah kesadaran.

Cinta ibarat air abadi, yang selalu mengalirkan kesegaran bagi jiwa-jiwa dahaga. Bagaikan anggur nikmat yang manis di bibir menghangatkan badan, tetapi tidak jarang juga memabukkan.

Minggu, April 10, 2011

Sya'ir Penuh HIKMAH

SYAIR ABUL ASWAD ADDU’ALI

Wahai orang yang mengajari orang lain
Tidakkah kau mengajari dirimu dulu (sebelum orang lain)

Pantaskah kau tanamkan pada akal kami “sifat mulia”
Tapi ternyata, pada dirimu sendiri sifat itu tidak ada

Janganlah melarang akhlak (yang buruk), tapi kau sendiri melakukannya
Sungguh sangat tercela, jika kau tetap saja mengerjakannya

Mulailah dari dirimu, dan lepaskanlah kotorannya
Karena engkaulah sang bijaksana, jika kau telah lepas darinya

Saat itulah, nasehat dan didikanmu kan berguna
Begitu pula ucapanmu, kan banyak orang yang mengikutinya

Pengertian CINTA

Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu).

 


Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga : 
  1. lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, 
  2. lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan
  3. lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri.

Kontradiksitas


Dengan merendah, ku terangkat tinggi
Karena meninggi, ku jadi rendah diri
۞—
Ketika merasa alim, aku dalam kejahilan
Karena rasa jahilkulah, tanda kealiman
۞—
Besar hatiku… ketika ku anggap kecil masalahku…
Besarnya permasalahan… adlh tanda kecilnya pengharapan…

Suluk Wragul - Sunan Bonang

Suluk Wragul
Dhandhhanggula
Oleh:
Syekh Maulana Makdum Ibrahim (SUNAN BONANG)
 

Wragul 1
Berang-berang, jika diteliti ini raga
Belum ketemu hakikatnya
Ada atau tidakkah ia
Sebenarnya aku ini siapa
Impian beraneka ragam
Kalau dipikirkan
Akhirnya menyedihkan
Yang mustahil banyak sekali
Segala wujud di semesta ini
Tak putus-putus sama sekali

Selasa, April 05, 2011

karena ada


kutumpahkan sejenak malam
dalam ritmis gerimis tanah basah
bercakap kecipak lisan berkerak
menjadi sekat yang tercatat di pantulan luka
saat gemuruh badai di bibir mu kuartikan entah

perlahan gemulai langgam mengulas
notasi mimpi meringkas sepi
beterbangan di ruang samar
yang masih semula, bujursangkar
dalam dinding kamar yang kekar
kuhapus rumus-rumus baru
dan menggali lirik yang kau ajarkan dulu

Minggu, April 03, 2011

Jangan Bersedih

Jangan bersedih, karena qadha' telah ditetapkan, takdir pasti terjadi, pena-pena telah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan pun telah dilipat, dan semua perkara telah habis ditetapkan. Betapapun, kesedihan Anda tidak akan mengajukan atau mengundurkan kenyataan yang akan terjadi, dan tidak pula akan menambahkan atau menguranginya.

Jangan bersedih, sebab kesedihan itu akan mendorong Anda untuk menghentikan putaran roda zaman, mengikat matahari agar tak terbit, memutar jarum jam kembali ke masa lalu, berjalan ke belakang, dan membawa air sungai kembali ke sumbernya semula.

Jumat, April 01, 2011

Mangkuk yang Cantik, Madu dan Sehelai Rambut

Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Sayidatina Fathimah r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu. Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).

Abubakar r.a. berkata, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".