Senin, Mei 30, 2011

AYO

Adakah yang lebih tobat
dibanding air mata
adakah yang lebih mengucap
dibanding airmata
adakah yang lebih nyata
adakah yang lebih hakekat
dibanding airmata
adakah yang lebih lembut
adakah yang lebih dahsyat
dibanding airmata
para pemuda yang
melimpah di jalan jalan
itulah airmata
samudera puluhan tahun derita
yang dierami ayahbunda mereka
dan diemban ratusan juta
mulut luka yang terpaksa

Kamis, Mei 26, 2011

KUDEKAP KUSAYANG-SAYANG

Kepadamu kekasih kupersembahkan segala api keperihan
di dadaku ini demi cintaku kepada semua manusia
Kupersembahkan kepadamu sirnanya seluruh kepentingan
diri dalam hidup demi mempertahankan kemesraan rahasia,
yang teramat menyakitkan ini, denganmu
Terima kasih engkau telah pilihkan bagiku rumah
persemayaman dalam jiwa remuk redam hamba-hambamu
Kudekap mereka, kupanggul, kusayang-sayang, dan ketika
mereka tancapkan pisau ke dadaku, mengucur darah dari
mereka sendiri, sehingga bersegera aku mengusapnya,

Senin, Mei 23, 2011

aku adalah

aku adalah pantai dengan jejak mu
aku adalah belantara ranting kau patahkan
aku adalah lembah penuh seruan mu
aku adalah gunung kabut kau turunkan

aku adalah telaga airmata
aku adalah kawah amarah
aku musim semi bergugurlah kepedihan
aku berpenghujan, agar tak nampak deraian
aku pun bianglala serangkai warna doa-doa

Minggu, Mei 22, 2011

Zikir Secangkir Teh

Zikir Secangkir Teh  
~ yons achmad
 
Selepas subuh
Aku selalu rindu
Pada secangkir teh
Yang mengepulkan namaMu

Rumah Ilalang, 1 Juli 2010

Mata Air Senja ~ yons achmad

Daun-daun rapuh
Bergantung pada ranting-ranting sunyi
Satu-satu terjatuh basah
Bercampur tanah air keheningan
Inilah saatnya tafakur bening
Tentang perjalanan separuh usia
Debu-debu yang menebal
Pada wajah palsu kita
Membasuh dengan mata air senja
Mata air cintaNya

Filosofi kura-kura

Kura-kura yang sering digambarkan sebagai makhluk yang lambat namun bijaksana terkadang merupakan antitesis dari dunia yang sekarang bergerak demikian cepat. Untuk hari ini, ada baiknya kita bercermin pada kura-kura yang bergerak lambat namun hidupnya sarat dengan makna.


1. Alon-alon asal kelakon atau biar lambat asal selamat. Ini bisa diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, terutama dalam berkendara. Ingat peribahasa “It’s better to lose one minute in your life than to lose your life in one minute.” Orang ingin cepat meskipun terkadang hasil yang dicapai jauh dari harapan. Ada baiknya kita mengerem sedikit dan menilik semua usaha kita agar tujuan kita tercapai dengan baik dan bukan tercapai dengan asal-asalan.

Selasa, Mei 17, 2011

belajar dari

belajar dari ranting kering, aku ingin tabah menunggu hujan
belajar dari batu karang, aku ingin tabah diterpa ombak
belajar dari gunung, aku ingin tabah di deru bayu
belajar dari awan, aku ingin tabah di dera badai
belajar dari kesalahan, aku ingin tahu kebenaran
belajar dari duka, aku ingin tahu bahagia
belajar dari mimpi, aku ingin tahu kenyataan
belajar dari masa lalu, aku ingin tahu kedewasaan
belajar dari tangis, aku ingin merasakan senyuman
belajar dari benci, aku ingin merasakan cinta
belajar dari ingkar, aku ingin berjanji
belajar dari mu, aku lebih mengenal aku

Tentang Sahabat

Sahabat adalah kebutuhan jiwa yang mesti terpenuhi.Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.  Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Karena kau menghampirinya saat hati lapar dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian. (Khalil Gibran)

Teman akan memberi mu senyuman
Tapi sahabat memberi mu kebahagiaan

Gelisahku

gelisahku adalah gelisah purba
adam yang harus pergi mengembara tanpa diberitahu
kapan akan kembali
bukan sorga benar yang kusesali karena harus kutinggalkan
namun ngungunku mengapa kau tinggalkan
aku sendiri
sesalku karena aku mengabaikan kasihmu yang agung
dan dalam kembaraku di mana kuperoleh lagi kasih
sepersejuta saja kasihmu
jauh darimu semakin mendekatkanku kepadamu

cukup sekali, kekasih
tak lagi,
tak lagi sejenak pun
aku berpaling
biarlah gelisahku jadi dzikirku

~Mustofa Bisri ~

Selagi Usia Masih Ada [Ibnu Haitham]

"Selagi usia masih ada dan aku boleh melakukan kegiatan ilmiah tersebut dengan mengerah seluruh tenaga dan kekuatan, tiga perkara yang aku harapkan:

Pertama: Semoga boleh membantu dan memberi kebaikan kepada orang yang mencari kebenaran, seterusnya dia boleh memanfaatkannya sama ada aku masih hidup atau selepas aku mati.

Kedua: Aku menjadikan perkara tersebut sebagai suatu usaha untuk menyatakan perkara-perkara yang timbul di dalam pemikiran aku setelah diteliti secara mendalam mengenai ilmu-ilmu tersebut.

Ketiga: Aku menjadikannya sebagai bekalan dan persiapan untuk hari tua."

(Ibnu Haitham)

Syair Burdah Imam Al Bushiri

Cinta Sang Kekasih
Apakah karena Mengingat Para kekasih di Dzi Salam.
Kau campurkan air mata di pipimu dengan darah.

Ataukah karena angin berhembus dari arah Kazhimah.
Dan kilat berkilau di lembah Idlam dalam gulita malam.

Mengapa bila kau tahan air matamu ia tetap basah.
Mengapa bila kau sadarkan hatimu ia tetap gelisah.

Apakah sang kekasih kira bahwa tersembunyi cintanya.
Diantara air mata yang mengucur dan hati yang bergelora.

Senin, Mei 16, 2011

SATU KEKASIHKU

SATU KEKASIHKU
Mati hidup satu kekasihku
Takkan kubikin ia cemburu
Kurahasiakan dari anak isteri
Kulindungi dari politik dan kiai

Puisi “Satu Kekasihku” karya Emha Ainun Nadjib terdapat dalam antologi yang bertajuk Cahaya Maha Cahaya. Antologi ini diterbitkan pada tahun 1996 oleh penerbit Pustaka Firdaus

Mati hidup satu kekasihku
Penempatan kata mati mendahului kata hidup cukup menarik di sini. Tampaknya  sengaja dilakukan sedemikian oleh pengarang dengan maksud khusus; agar tertangkap keterkaitannya dengan beberapa dalil berikut.

Sekuntum “Cinta” Pengantin Syurga

“Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah,” Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin memberikan komentar mengenai pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang.

Bila seorang kekasih telah singgah di hati, pikiran akan terpaut pada cahaya wajahnya, jiwa akan menjadi besi dan kekasihnya adalah magnit. Rasanya selalu ingin bertemu meski sekejab. Memandang sekilas bayangan sang kekasih membuat jiwa ini seakan terbang menuju langit ke tujuh dan bertemu dengan jiwanya.

Ukhti, kamu cantik sekali

Ukhti, kamu cantik sekali…
Tapi hanya di mata manusia. Sedangkan yang Maha Kuasa tak pernah memandang rupa atau pun bentuk tubuh kita. Namun Ia melihat pada hati dan amal-amal yang dilakukan hamba-Nya.

Ukhti, kamu cantik sekali…
Tapi cantik fisik tak akan pernah abadi. Saat ini para pesolek bisa berbangga dengan kemolekan wajah ataupun bentuk tubuhnya. Namun beberapa saat nanti, saat wajah telah keriput, rambut pun kusut dan berubah warna putih semua, tubuh tak lagi tegak, membungkuk termakan usia, tak akan ada lagi yang bisa dibanggakan. Lebih-lebih jika telah memasuki liang lahat, tentu tak akan ada manusia yang mau mendekat.

Sebuah Tanya

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”
(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mandalawangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

Minggu, Mei 15, 2011

Di Pelataran AgungMu Nan Lapang


Di pelataran agungMu
nan lapang kawanan burung merpati
sesekali sempat memunguti butir-butir
bebijian yang Engkau tebarkan
lalu terbang lagi
menggores-gores biru langit
melukis puja-puji
yang hening



Di pelataran agungMu
nan lapang aku setitik noda

Sabtu, Mei 14, 2011

Doa Sehelai Daun Kering

Jangankan suaraku, ya 'Aziz
Sedangkan firmanMupun diabaikan
Jangankan ucapanku, ya Qawiy
Sedangkan ayatMupun disepelekan
Jangankan cintaku, ya Dzul Quwwah
Sedangkan kasih sayangMupun dibuang
Jangankan sapaanku, ya Matin
Sedangkan solusi tawaranMupun diremehkan
Betapa naifnya harapanku untuk diterima oleh mereka
Sedangkan jasa penciptaanMupun dihapus
Betapa lucunya dambaanku untuk didengarkan oleh mereka
Sedangkan kitabMu diingkari oleh seribu peradaban

Sajak Orang Lapar

kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam

o Allah !
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkan
kelaparan adalah pemberontakan
adalah penggerak gaib
dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin

kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan

Rabu, Mei 11, 2011

Menjadi Apapun Dirimu

Menjadi karang-lah, meski tidak mudah. Sebab ia ‘kan menahan sengat binar mentari yang garang. Sebab ia ‘kan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa kenal lelah. Sebab ia ‘kan melawan bayu yang keras menghembus dan menerpa dengan dingin yang coba membekukan. Sebab ia ‘kan menahan hempas badai yang datang menggerus terus-menerus dan coba melemahkan keteguhannya. Sebab ia ‘kan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus.Sebab ia ‘kan berdiri tegak berhari-hari, bertahun-tahun, berabad-abad, tanpa rasa jemu dan bosan.