Minggu, Oktober 31, 2010

Senandung Lalu




SELAMAT TINGGAL

Kubiarkan angin tepis rinduku
Dan buyarkan semua rasa cintaku
Kusambut hujan yang tiada reda
Hanyutkan aku didinginnya cinta

Hilangkan bayangan dirimu
Hapuskan sgala rasa yang pernah ada

Biarlah waktu dapat merubah segalanya
Ku akan menanti
Anggaplah suatu kisah terhapuslah sudah
Remukkan hatiku
Ku ingin kau pun hilang dan lupakanlah semua
Selamat tinggal..........

Lirik; Musik (Akustik, Melodi) &; Vokal by ilalangKOTA (2006)






Sabtu, Oktober 30, 2010

CINTA - Kata Mutiara Islami

Kata cinta, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan wakil dari perasaan kasih, sayang, atau rindu yang sangat dalam. Namun dalam konteks atau kadar kalimat tertentu, ia bisa juga mewakili perasaan sedih.
Cinta adalah salah satu sumber kekuatan unik dalam diri manusia. Ia menjadi tenaga penggerak hati dan jiwa yang akan menghasilkan sikap, perbuatan dan perilaku. Cinta bisa seperti yang terurai dalam sebait sajak dari film laris indonesia, Ketika Cinta Bertasbih:
Cinta adalah kekuatan yg mampu
mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah.

Imam Hasan Al Bashri - Kata Mutiara Islami

Imam Hasan Al Bashri adalah salah seorang ulama terkemuka dari kalangan tabi’in yang banyak berguru kepada para sahabat Rasulullah saw. Beliau lahir di Madinah, tahun 642 Masehi dari ayah bernama Yasar, bekas budak Zaid bin Tsabit dan ibu yang pernah menjadi budak Ummu Salamah, salah satu istri Nabi Muhammad saw. Jadi beliau lahir dalam kalangan keluarga Nabi saw. Bahkan tak jarang Ummu Salamah menyusui bayi Hasan ketika ditinggal oleh ibunya.
Ummu Salamah juga sering membawa Hasan yang masih kanak-kanak ke majelis para Sahabat dan Umar bin Khattab r.a. pernah mendoakannya: “Ya Allah, jadikan ia faham agama dan jadikan orang-orang mencintainya!

Mutiara Hikmah dari Imam Hasan Al Bashri

Kata mutiara 1
“Wahai anak Adam! Kalian tidak lain hanyalah kumpulan hari, setiap satu hari berlalu maka sebagian dari diri kalian pun ikut pergi.”

Minggu, Oktober 03, 2010

Filosofi Pengayuh Roda Tiga

Ilustrasi metodologi judul ini mungkin terkesan aneh, asal-asalan, amburadul atau juga tak karuan, apalagi dengan metode otak atik asal gatuk. Tentu lebih kurang ajar lagi terlebih-lebih sampai nyantol di edisi kali ini. Barangkali masih asing ditelinga kita, tapi percaya atau tidak, realitanya orang banyak sekali yang belum belajar filosofi keringat pengayuh becak si tiga roda ini, padahal disana terdapat nilai falsafah kehidupan dalam menghadapi riak-riak pergolakan sosial yang serba ndak tentu saat ini. Filosofi perbecakan memang tidak pernah diteriakan para arkeolog, diekspos besar di koran-koran bahkan didiskusikan diseminar-seminar heboh manapun.