Senin, Agustus 29, 2011

munajat

Ya Allah kami memohon kepada-Mu dengan cahaya-Mu yang tak pernah pudar, dengan asma-Mu yang tinggi  dan suci, yang bila berdoa kepada-Mu dengannya Engkau kabulkan, dan bila diminta dengan nama-Mu Engkau beri.

Wahai Allah yang melindungi setiap yang memohon perlindungan.
Wahai Allah yang menolong setiap jeritan para pencari pertolongan.
Wahai Yang menghilangkan derita orang-orang yang kesusahan.
Wahai Yang menggembirakan duka orang-orang yang dalam kedukaan.

maaf ~ 1432 H

Apa lagi yang harus aku katakan
apalagi yang harus aku curahkan
apalagi yang harus aku sampaikan
apalagi yang harus aku tuliskan
salah telah mengendap lama
tak sempat lagi memilah memilih kata
yang kusebut maaf

hingga kuhirup dalam di sela harap
sesal ku daun gugur tiada henti
resah ku hujan badai bergemuruh
hingga tak bisa bersembunyi air mata
karena telah berpenghujung sungguh
setiap sesal yang terjatuh

dan aku pun yakin
ada sentuhan lain dari angin kepada daun
ada dekapan lain dari hujan kepada tanah
bukan hanya menanti langit 
memerah di ujung timur
hingga waktu tiba akan maaf mu
kesucian pertemukan kita dalam tatap ucap santun mendebarkan

terhimpun takbir selaksa dzikir
penghujung ramadhan semoga hantarkan kita dalam rahmat dan berkah kesucian
serta doa doa ... semoga Ramadhan esok teraih kembali


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H
Taqobalallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin

Minggu, Agustus 21, 2011

Payung Kecil

Jika sekarang damai dan kenyamanan serta kebahagiaan sedang menyelimutimu, tolong jaga dan hargai dia, jangan disia-siakan, karena kau tau saudaraku di dunia ini masih banyak yang sangat membutuhkan. dan mereka itu adalah saudara-saudaramu sendiri.

Jika Tuhan hanya memberimu sebuah payung kecil ditangan untuk berteduh, sehingga kau bisa melihat hujan yang turun deras sekali, dan kau bisa melihat tirai hujan dalam berdirimu. bersyukurlah saudaraku, karena kau masih diberi Nya kesempatan untuk berteduh dan tidak basah. tapi jangan itu akhirnya membuatmu takabur atau mungkin mengeluh sambil berharap sebuah payung lebih besar akan kau dapatkan, karena jika kau melihat lebih jauh kebalik tirai hujan, masih banyak orang yang terpaksa kebasahan dan memeluk tubuhnya sambil menggigil kedinginan, dan menunggu hujan sampai kapan redanya mereka tidak tahu.

BEGITU ENGKAU BERSUJUD

Begitu engkau bersujud, terbangunlah ruang
yang kau tempati itu menjadi sebuah masjid
Setiap kali engkau bersujud, setiap kali
pula telah engkau dirikan masjid
Wahai, betapa menakjubkan, berapa ribu masjid
telah kau bengun selama hidupmu?
Tak terbilang jumlahnya, menara masjidmu
meninggi, menembus langit, memasuki
alam makrifat 

Kamis, Agustus 18, 2011

Nyanyian JIWA - Iwan Fals

Nyanyian jiwa
Bersayap menembus awan jingga
Mega mega
Terburai diterjang halilintar

Mata hati
Bagai pisau merobek sangsi
Hari ini
Kutelan semua masa lalu

Biru biru biru biruku
Hitam hitam hitam hitamku

Insya Allah - Maher Zain


Ketika kau tak sanggup melangkah
Hilang arah dalam kesendirian
Tiada mentari bagai malam yang kelam
Tiada tempat untuk berlabuh

Bertahan terus berharap
Allah selalu di sisimu

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan

Rabu, Agustus 10, 2011

KIDUNG RUMEKSA ING WENGI (Dhandanggula)

            KIDUNG RUMEKSA ING WENGI
          KIDUNG PENJAGA DI WAKTU MALAM

1.       Ana kidung rumeksa ing wengi
          teguh hayu luputa ing lara
          luputa bilahi kabeh
          jim setan datan purun
          paneluhan tan ana wani
          miwah panggawe ala
          gunane wong luput
          geni atemahan tirta
          maling adoh tan ana ngarah mring mami
          guna duduk pan sirna.

          Ada kidung yang menjaga di waktu
          malam
          kukuh selamat terbebas dari berbagai
          penyakit
          terbebas dari semua malapetaka
          jin setan kejahatan pun tidak berkenan
          guna-guna pun tidak ada yang berani
          juga perbuatan jahat
          ilmu-ilmunya orang yang bersalah
          api dan juga air
          pencuri pun jauh tidak ada yang mengarah kepadaku
          guna-guna sakti pun lenyap.

Senin, Agustus 08, 2011

Syair Perahu - Hamzah Fansuri

Inilah gerangan suatu madah
mengarangkan syair terlalu indah,
membetuli jalan tempat berpindah,
di sanalah i’tikat diperbetuli sudah

Wahai muda kenali dirimu,
ialah perahu tamsil tubuhmu,
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal diammu.

Hai muda arif-budiman,
hasilkan kemudi dengan pedoman,
alat perahumu jua kerjakan,
itulah jalan membetuli insan.

Perteguh jua alat perahumu,
hasilkan bekal air dan kayu,
dayung pengayuh taruh di situ,
supaya laju perahumu itu

Minggu, Agustus 07, 2011

aku bertanya: ARTI CINT♥

Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, 
lalu satu demi satu mereka menjawab…

Bumi menjawab:
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”

Air menjawab:
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan

Ramadlon, ibarat qalbu di dalam dada

Sulthanul Auliya’ Al-Syekh Abdul Qadir al-Jilani Ra 
dalam kitabnya AI-Ghunyah menjelaskan: 
Kata Ramadlan itu terdiri lima huruf: R-M-DL-A-N. 
Huruf Ra’ – (R) berarti Ridlwanallah (Ridlo Alloh), 
huruf Mim (M) berarti Mahabatulloh (Mencintai Alloh), 
huruf Dlod (DL) berarti Dlomanulloh (dalam jaminan Alloh), 
huruf Alif (A) berarti Ulfatulloh (kasih sayang Alloh), 
dan huruf Nun (N) berarti Nurulloh (cahaya Alloh).

Karena itulah bulan suci Ramadlan disebut sebagai bulan Ridla, bulan Cinta, bulan Kasih Sayang, bulan Lindungan, bulan Cahaya, sekaligus sebagai bulan anugerah dan karamah bagi para auliya dan orang-orang yang berbuat kebajikan.

Kamis, Agustus 04, 2011

SEPENGGAL PUISI CAK NUN

sayang sayang kita tak tau kemana pergi
tak sanggup kita dengarkan suara yang sejati
langkah kita mengabdi pada kepentingan nafsu sendiri
yang bisa kita pandang hanya kepentingan sendiri
loyang disangka emas emasnya di buang buang
kita makin buta yang mana utara yang mana selatan
yang kecil dibesarkan yang besar di remehkan
yang penting disepelekan yang sepele diutamakan
Allah Allah betapa busuk hidup kami
dan masih akan membusuk lagi
betapa gelap hari di depan kami
mohon ayomilah kami yang kecil ini

Oleh :
Emha Ainun Najib

Mutiara Berserak Mutiara Enam Kata

Ibnu Hajar Al'Asqalani

Rasulullah Saw. bersabda:
Enam perkara menjadi terlantar di lingkungannya
Masjid di antara masyarakat yang tak mau jamaah di dalamnya
Mushaf di rumah orang yang tak mau membacanyaAl-Qur’an dalam hafalan orang yang durhaka
Istri salehat dalam naungan laki-laki aniaya
Suami saleh dalam buaian istri tuna susila
Dan ilmuwan di tengah masyarakat yang tak menghiraukannya

Hikmah - Sheikh Muslihuddin Sa’di

Aku tidak mampu mengucapkan terima kasih kepada Sahabatku
Karena aku tidak tahu kata pujian yang pantas untuk-Nya
Setiap rambut di tubuhku adalah pemberian dari-Nya
Bagaimana caranya aku berterimakasih untuk setiap rambut yang dianugerahkan oleh-Nya?
Puji bagi Tuhan Sang Pemberi
Yang menciptakan manusia dari ketiadaan
Siapakah yang mampu menggambarkan kemurahan-Nya?
Karena pujian untuk-Nya terbenam dalam keagungan-Nya