Sunday, June 19, 2011

Nasihat Kepemimpinan Gajahmada

Sapta Dharma Gajahmada 
(6 Sifat Pemimpin)
Seorang ksatria yang setia kepada negerinya, hendaklah memiliki setidaknya enam sifat kesatria suci:

1. Abhikamika
artinya abhi = keagungan, keluhuran, 
kami = saya, pribadi, diri, mika = minongka, sejati.
Seorang satria suci sejati pangemban praja harus zahid, berkepribadian agung, luhur, berakhlak mulia, rendah hati, dan membela kepentingan kawula alit (rakyat jelata).

2. Prajna
artinya bijaksana, teladan. Seorang kesatria suci sejati pangemban praja adalah uswatun khasanah, harus bijaksana, sehingga dapat menjadi suri tauladan bagi kawula alit/rakyat.


3. Usaha
artinya berupaya tanpa pamrih. Seorang satria suci sejati pangemban praja harus tulus ikhlas, lillahi ta'ala, dalam berupaya.

4. Atma Sampat
artinya atma = jiwa, ruhani. Sampat = utuh sempurna. Seorang satria suci sejati pangemban praja harus seorang insan kamil

5. Sakya Samanta
Sakya = padhang, terang benderang. Samanta = satmata, pandangan, pengelihatan. Seorang satria suci sejati pangemban praja harus memiliki bashirah, pandangan bersih dan suci, mampu menyelami hakikat kehidupan.

6. Aksudara Parisakta
Aksa = ulat, tingkah laku. Sudra = kawula alit, rakyat jelata. Parisakta = lebih agung, lebih sakti. Seorang satria suci sejati pangemban praja harus bertingkah laku seperti orang biasa, sederhana, apa adanya, lugu, tidak sombong, tidak neko-neko, tidak tinggi hati, tidak merasa sebagai orang hebat/ megalomania.

Catur Dharmaning Nerpati (4 Sifat Panglima)
Terntara negeri Majapahit adalah mengemban amanah Allah Ta'ala. Oleh karena itu harus bersikap sebagai berikut:

1. Jana Wisesa Suda. 
Jana = Manusia. Wisesa = berkuasa. Suda = mengurangi, menghindari. Artinya, menjadi manusia yang tidak bernafsu angkara terhadap gemerlapnya segala pangkat dan kuasa.

2. Kaprahitaning Praja.  
Prahita = puruhita = parahita = guna. Praja = pemerintahan. Artinya, pemerintahan yang menjadi pembimbing, pendidik, dan guru bagi kawulanya.

3. Kawiryan. 
Wirya = berani karena berpegang teguh kepada kesucian, keluhuran, dan kebenaran.

4. Kawibawan. 
Wibawa = kemuliaan karena budi pekerti dan akhlak yang mulia.

Dharmaning Pandawa Lima (5 Sifat Pandawa)

1. Ngesti Aji. 
Ngesti = doa, mendoakan, mengutamakan. Aji = mustika, keramat, karena kedekatannya dengan Allah SWT. Artinya, hidup secara keramat dengan terus menerus mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. Sebagaimana Puntadewa atau Samiaji.

2. Ngesti Giri. 
Giri = keluhuran, ketinggian, karena ditinggikan (rofa') Allah Ta'ala. Artinya, hidup mengutamakan keluhuran budi. Sebagaimana Arya Wrekudara.

3. Ngesti Jaya. Jaya = kemenangan, membuka. Artinya, hidup demi membela tanah air menuju kemenangan. Sebagaimana janaka atau Raden Permadi.

4. Ngesti Nangga. 
Nang = pada. Angga = pribadi. Nangga = menyangga, mendukung. Artinya, hidup dengan pribadi yang menjunjung tinggi keluhuran dan kebenaran. Sebagaimana Raden Nakula.

5. Ngesti Priyambada. 
Priya = yang di dasar hati nurani. Ambada = badha = menyamankan hati. Priyambada = pangungrum, berbicara yang lembut yang menyenangkan. Artinya, berbicara dengan hati nurani, lembut, dan nyaman bagi yang mendengarkan. Sebagaimana Sahadewa/Sadewa.


Ilmu Kepemimpinan yang harus diterapkan menurut Mahapatih Gajah Mada, diantaranya:

1. Wijaya
Seorang pemimpin harus mempunyai jiwa yang tenang, sabar dan bijaksana serta tidak lekas panik dalam menghadapi berbagai macam persoalan, karena hanya dengan jiwa yang tenang masalah akan dapat dipecahkan.

2. Mantriwira
Seorang pemimpin harus berani membela dan menengakkan kebenaran dan keadilan, tanpa terpengaruh tekanan dari pihak manapun

3. Natangguan
Seorang pemimpin harus mendapat kepercayaan dari masyarakat dan berusaha menjaga kepercayaan yang diberikan tersebut, sebagai tanggungjawab dan kehormatan.

4. Satya Bakti Prabu
Seorang pemimpin harus memiliki loyalitas kepada kepentingan yang lebih tiggi dan bertindak dengan penuh kesetiaan demi nusa dan bangsa.

5. Wagmiwak
Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan mengutarakan pendapatnya, pandai berbicara dengan tutur kata yang tertib dan sopan, serta mampu menggugah semangat masyarakatnya.

6. Wicaksaneng Naya
Seorang pemimpin harus pandai berdiplomasi dan pandai mengatur strategi dan siasat.

7. Sarjawa Upasama
Seorang pemimpin harus rendah hari, tidak boleh sombong, congkak mentang-mentang menjadi pemimpin dan tidak sok berkuasa.

8. Dirosaha
Seorang pemimpin harus rajin dan tekun bekerja, pemimpin harus memusatkan rasa, cipta, karsa dan karyanya untuk mengabdi kepada kepentingan umum.

9. Tan Satresna
Seorang pemimpin tidak boleh memihak dan pilih kasih terhadap salah satu golongan atau memihak saudaranya, tetapi harus mampu mengatasai segala paham golongan. Sehingga dengan demikian akan mampu mempersatukan seluruh potensi masyarakatnya untuk menyukseskan cita-cita bersama.

10. Masihi Samasta Buwana
Seorang pemimpin harus mencintai alam semesta dengan melestarikan lingkungan hidup sebagai karunia dari Tuhan dan mengelola sumber daya alam dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan rakyat.

11. Sih Samasta Buwana
Seorang pemimpin harus dicintai oleh segenap lapisan masyarakat dan sebaliknya pemimpin harus mencintai rakyatnya.

12. Negara Gineng Pratijna
Seorang pemimpin senantiasa mengutamakan kepentingan negara dari pada kepentingan pribadi ataupun golongan, maupun keluarganya.

13. Dibyacita
Seorang pemimpin harus lapang dada dan bersedia menerima pendapat orang lain atau bawahannya (akomodatif dan inspiratif).

14. Sumantri
Seorang pemimpin harus tegas, jujur, bersih dan berwibawa.

15. Nayaken Musuh
Seorang pemimpin harus dapat menguasai musuh-musuhnya, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, termasuk juga yang ada di dalam dirinya sendiri (nafsunya/sadripu).

16. Ambek Parama Art
Seorang pemimpin harus pandai menentukan prioritas atau mengutamakan hal-hal yang lebih penting bagi kesejahteraan dan kepentingan umum.

17. Waspada Purwa Arta
Seorang pemimpin harus selalu waspada dan mau melakukan mawas diri (instropkesi) untuk melakukan perbaikan.

18. Prasaja
Seorang pemimpin harus berpola hidup sederhana (Aparigraha), tidak berfoya-foya atau serba gemerlap.

Selain itu, Gajah Mada juga mengamalkan ajaran dari Prabu Arjuna Sasrabahu dalam pewayangan, yang merumuskan ilmu kepemimpinan yang dikenal dengan Panca Titi Darmaning Prabu atau lima kewajiban sang pemimpin. Yaitu:

1. Handayani Hanyakra Purana
Seorang pemimpin senantiasa memberikan dorongan, motivasi dan kesempatan bagi para generasi mudanya atau anggotanya untuk melangkah ke depan tanpa ragu-ragu.

2. Madya Hanyakrabawa
Seorang pemimpin di tengah-tengah masyarakatnya senantiasa berkonsolidasi memberikan bimbingan dan mengambil keputusan dengan musyawarah dan mufakat yang mengutamakan kepentingan rakyat.

3. Ngarsa Hanyakrabawa
Seorang pemimpin sebagai seorang yang terdepan dan terpandang senantiasa memberikan panutan-panutan yang baik sehingga dapat dijadikan suri tauladan bagi masyarakatnya.

4. Nir bala Wikara
Seorang pemimpin tidaklah selalu menggunakan kekuatan atau kekuasaan di dalam mengalahkan musuh-musuh atau saingan politiknya. Namun berusaha menggunakan pendekatan pikiran dan lobi, sehingga dapat menyadarkan dan disegani pesaing-pesaingnya.

5. Ngarsa Dana Upaya
Seorang pemimpin sebagai seorang kesatria harus senantiasa berada didepan dalam mengorbankan tenaga, waktu, materi, pikiran, bahkan jiwanya untuk kesejahteraan dan kelangsungan hidup masyarakatnya.

Sumber:

No comments:

Post a Comment