Jumat, Agustus 17, 2012

tentang keMERDEKAan (mutiara Bung Karno)


Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad Merdeka, – Merdeka atau mati !.
1 Juni 1945 lahirnya Pancasila

We want to establish a state, “all for, all”, neither for a single individual nor for one group, whether it be a group of aristocracy or a group of wealthy-but, “all for all”.

Kita ingin mendirikan satu Negara “semua buat semua”, bukan satu Negara untuk satu orang, bukan satu Negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan Negara “semua buat semua”.
1 Juni 1945 lahirnya Pancasila

Tokoh diberi hak atau tidak diberi hak, tiap-tiap bangsa tidak boleh tidak, pasti akhirnya bangkit menggerakkan tenaganya, kalau ia sudah terlalu merasakan celakanya diri teraniaya oleh satu daya angkara murka. Jangan lagi manusla, jangan lagi bangsa walau cacingpun tentu bergerak berkelegut-kelegut kalau merasakan sakit.
Indonesia menggugat, hlm. 09

Indonesia Merdeka hanyalah suatu jembatan walaupun jembatan emas di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis.
[Mencapai Indonesia Merdeka, 1933]

Jikalau kita membaca seorang pemimpin Irlandia lain, Erskin Childers berkata, “Kemerdekaan bukanlah soal tawar-menawar, kemerdekaan sebagai maut, dia ada atau tidak ada. Kalau orang, menguranginya, maka itu bukan kemerdekaan lagi”.
Indonesia menggugat, hlm. 86

Kemerdekaan untuk merdeka. Kemerdekaan berarti mengakhiri untuk selama-lamanya penghisapan bangsa oleh bangsa, penghisapanpenghisapan yang tak langsung maupun penghisapan yang langsung.
Pidato KTT Non-Blok, 1- 9 -1961

Selama rakyat belum mencapai kekuasaan politik atas negeri Beograd, maka sebagian atau semua syarat-syarat hidupnya, baik ekonomi, maupun sosial, maupun politik, diperuntukkan bagi yang bukan kepentingannya, bahkan bertentangan dengan kepentingannya.
Indonesia menggugat, hlm. 81

Kemerdekaan adalah jembatan emas. di seberang jembatan, jembatan emas inilah kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia Merdeka yang gagah kuat, sehat, kekal dan abadi.
[Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945]

Tetapi kecuali daripada itu, maka peristiwa menjadi merdekanya sesuatu bangsa yang tadinya dijajah oleh imperialisme bangsa lain, merdeka, betul-betul merdeka, dan bukan merdeka boneka.
Kepada bangsaku hlm. 375

Perbaikan nasib ini hanyalah bisa datang seratus persen, bilamana masyarakat sudah tidak ada kapitalisme dan imperialisme.
[Mencapai Indonesia Merdeka, 1933]

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” 
(Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)

Sumber: http://penasoekarno.wordpress.com/